INVESTASI
A.
Klasifikasi
Investasi
Investasi dibagi menjadi dua yaitu
investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Investasi jangka panjang
merupakan kelompok aset nonlancar dan investasi jangka pendek merupakan kelompok
investasi lancar.
Investasi
jangka pendek harus memenuhi karakteristik sebagai berikut :
Ø Dapat
segera diperjualbelikan/dicairkan
Ø Investasi
tersebut ditujukan dalam rangka manajemen kas, artinya pemerintah dapat menjual
investasi tersebut tanpa timbul kebutuhan kas.
Ø Beresiko
rendah.
Maka pembelian surat-surat berharga yang
beresiko tinggi karena dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar surat berharga
tidak termasuk dalam investasi jangka pendek. Investasi jangka panjang
merupakan penanaman atau penyertaan sebagian kekayaan suatu perusahaan lain
dengan maksud untuk memperoleh pendapatan tetap dan untuk menguasasi atau
mengendalikan perusahaan tersebut.
Beberapa
bentuk penanaman dalam investasi jangka panjang antara lain :
Ø Penanaman
atau penyertaan dalam bentuk saham, obligasi dan surat-surat berharga lainnya.
Ø Dana
untuk melunasi utang jangka panjang atau dana khusus lainnya.
Ø Pembelian
tanah dengan rencana penggunaan dana dimasa yang akan datang.
Tujuan
investasi jangka panjang :
Ø Untuk
memperoleh pendapatan tetap (obligasi/saham preferen)
Ø Untuk
mengendalikan/ mengawasi perusahaan lain yang sejenis (saham).
Ø Untuk
menguasai perusahaan lain sehingga pengadaan bahan baku terjamin (saham).
Ø Untuk
menguasai perusahaan lain sehingga pasar hasil produksinya terjamin.
B.
Biaya
Investasi
Biaya perolehan suatu investasi mencakup
biaya perolehan lain disamping harga beli, seperti komisi broker, jasa bank,
dan pungutan oleh bursa efek. Jika suatu atau sebagian investasi diperoleh
dengan penerbitan saham atau surat berharga lain, maka biaya perolehannya
adalah nilai wajar dari surat berharga yang diterbitkan dan bukan nilai nominal
atau value. Jika suatu ataub sebagian investasi diperoleh dengan pertukaran
dengan aktiva lain, biaya perolehan investasi tersebut ditentukan dengan mengacu pada
nilai wajar dari aktiva yang diserahkan atau dapat juga menggunakan nilai wajar
dari aktiva yang diperoleh apabila dianggap lebih andal berdasarkan data/bukti
yang tersedia.
C. Nilai tercatat
Investasi (Carrying Amount of Investmen Investasi
Lancar
Terdapat pendapat berbeda mengenai nilai
tercatat yang tepat untuk investasi lancar. Ada yang menekankan bahwa untuk
laporan keuangan yang dipersiapkan menurut biaya perolehan aturan umum tentang
biaya dan nilai bersih yang direalisasi yang mana yang lebih rendah dapat
diterapkan pada investasi; dan karena kebanyakan investasi lancar dapat
dipasarkan; nilai tercatatnya adalah biaya atau nilai pasar mana yang lebih
rendah. Dengan kata lain metode ini memberikan nilai neraca yang wajar
(prudent) dan tidak menyebabkan pengakuan keuntungan yang tidak
direalisasi dalam penghasilan.
v Investasi Jangka
Panjang
Investasi jangka panjang adalah
penanaman sebagian kekayaan suatu perusahaan pada perusahaan lain dengan maksud
untuk memperoleh pendapatan tetap dan atau untuk menguasai atau mengendalikan
perusahaan tersebut.
Investasi jangka panjang biasanya
dicatat pada biaya perolehan. Tetapi jika terjadi penurunan yang tidak bersifat
sementara dalam penilaian investasi jangka panjang tersebut, nilai tercatat dikurangi untuk
mengakui penurunan tersebut. Indikator nilai suatu investasi dapat diperoleh
dengan mengacu pada nilai pasarnya, aktiva dan kinerja investee serta arus kas
yang diharapkan dari aktivitas tersebut. Resiko dan jenis serta penyertaan
(stake) investor pada investe juga diperhitungkan. Pembatasan distribusi oleh
investee tersebut atau pelepasan investasi oleh investor mungkin mempengaruhi
investasi. Contoh : pembayaran dividen atau pembayaran kembali investasi.
Investasi jangka pajang dapat berupa:
1. Penyertaan
dalam bentuk saham, obigasi, dan surat berharga lainnya.
2. Dana
untuk melunasi utang jangka panjang, atau dana khusus lainnya.
3. Aktiva
lain-lain, seperti pembelian tanah dengan rencana penggunaan dimasa yang akan datang.
Tujuan Investasi Jangka Panjang
a. Untuk
memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti
bunga, royalti, deviden, atau uang sewa
dan lain-lainnya.
b. Untuk
membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi
kepentingan sosial.
c. Untuk
mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagia
ekuitas perusahaan tersebut.
d. Untuk
menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
e. Untuk
mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis.
f. Untuk
menjaga hubungan antar perusahaan.
Ciri-Ciri Investasi Jangka Panjang
-
Merupakan bagian dari
aktiva perusahaan.
-
Ditanamkan dalam bentuk
tertentu.
-
Dimaksudkan untuk mencari
keuntungan atau menambah kekayaan atau untuk tujuan lainnya.
-
Dalam waktu lebih dari
satu tahun.
Investasi jangka panjang dibagi menurut
sifat penanamannya, yaitu :
1.
permanen
2.
nonpermanen.
Komentar
Posting Komentar