Etika Bisnis
Makalah Prinsip Etika Dalam Bisnis Serta Etika dan Lingkungan
DISUSUN OLEH :
Ayu Triandini Ningtyas (11217087)
Indah Laras Sapitri (12217903)
Kelas 3EA25
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019/2020
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya.
Makalah
ini bertemakan “Prinsip Etika Dalam Bisnis Serta Etika
dan Lingkungan” yang berisikan Prinsip Otonomi, Prinsip kejujuran,
Prinsip Keadilan, Hormat pada diri Sendiri, Hak dan Kewajiban, teori Etika
Lingkungan dan Prinsip Etika di lingkungan Hidup.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan.
Akhir
kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan paper ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.
Bekasi, 21 Maret 2020
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATAPENGANTAR.......................................................................................................................
DAFTARISI.....................................................................................................................................
DAFTARISI.....................................................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
....................................................................................................................
B.
TUJUAN
........................................................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
A. Prinsip
Otonomi……..........................................................................................................
B. Prinsip
Kejujuran…………................................................................................................
C. Prinsip
Keadilan..................................................................................................................
D. Hormat
Pada Diri sendiri.....................................................................................................
E. Hak
dan Kewajiban Bisnis...................................................................................................
F. Teori
Etika Lingkungan ......................................................................................................
G. Prinsip
Etika di Lingkungan
...............................................................................................
BAB
III PENUTUP
KESIMPULAN
..............................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
....................................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Etika bisnis dalam perusahaan
memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang
kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan
nilai yang tinggi. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang
baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang
andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.
Haruslah diyakini bahwa pada
dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk
jangka menengah maupun jangka panjang, karena : mampu mengurangi biaya akibat
dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan
eksternal, mampu meningkatkan motivasi pekerja, melindungi prinsip kebebasan
berniaga, mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Tidak bisa dipungkiri, tindakan
yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan
dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui
gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya.
Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada
umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang
tinggi pula.
B.
Tujuan
Adapun
tujuan penulisan untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Etika Bisnis dalam
membuat makalah tentang Etika Bisnis. Maksud dari penulisan ini adalah :
1.
Untuk mengetahui etika dalam berbisnis.
2.
Dapat mengetahui bagaimana etika bisnis
yang baik agar klien tidak berpindah ke perusahaan lain.
3.
Dapat memberikan informasi bagi penulis
sendiri dan pembaca atas hasil penulisan ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Prinsip Otonomi, Kejujuran, dan Keadilan
Secara umum,
prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas dari
kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis
sesungguhnya adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya.
1. Prinsip Otonomi
Orang
bisnis yang otonom sadar sepenuhnya akan apa yang menjadikewajibannya dalam
dunia bisnis. la akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti saja norma dan
nilai moral yang ada, namun juga
melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu baik, karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan
secara masak-masak. Dalam kaitan ini
salah satu contohnya perusahaan memiliki kewajiban terhadap para pelanggan,
diantaranya adalah:
a.
Memberikan produk dan jasa dengan
kualitas yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan mereka
b.
Memperlakukan pelanggan secara adil
dalam semua transaksi, termasukpelayanan yang tinggi dan memperbaiki
ketidakpuasan mereka
c.
Membuat setiap usaha menjamin mengenai
kesehatan dan keselamatanpelanggan, demikian juga kualitas Iingkungan mereka,
akan dijagakelangsungannyadan ditingkatkan terhadap produk dan
jasa perusahaan;
d.
Perusahaan harus menghormati martabat
manusia dalam menawarkan,memasarkan dan mengiklankan produk.
2. Prinsip Kejujuran
Bisnis
tidak akan bertahan lama jika tidak ada kejujuran, karena kejujuranmerupakan
modal utama untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnis-nya, baik berupa
kepercayaan komersial, material, maupun moril. Kejujuran menuntut adanya
keterbukaan dan kebenaran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang berkaitan
dengan kejujuran:
a.
Kejujuran relevan dalam pemenuhan
syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Pelaku bisnis disini secara prioritas
saling percaya satu sama lain, bahwa masing-masing pihak jujur melaksanakan
janjinya. Karena jika salah satu pihak melanggar, maka tidak mungkin lagi pihak
yang dicuranginya mau bekerjasama lagi, dan pihak pengusaha lainnya akan tahu
dan tentunya malas berbisnis dengan pihak yang bertindak curang tersebut.
b.
Kejujuran relevan dengan penawaran
barang dan jasa dengan mutu dan harga yang baik. Kepercayaan konsumen adalah
prinsip pokok dalam berbisnis. Karena jika ada konsumen yang merasa tertipu,
tentunya hal tersebut akan rnenyebar yang menyebabkan konsumen tersebut beralih
ke produk lain.
c.
Kejujuran relevan dalam hubungan kerja
intern dalam suatu perusahaan yaitu
antara pemberi kerja
dan pekerja, dan berkait dengan
kepercayaan. Perusahaan akan hancur jika kejujuran karyawan ataupun atasannya
tidak terjaga.
3. Prinsip Keadilan
Prinsip
ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan
yang adil dan kriteria yang rasional objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keadilan berarti tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya. Salah
satu teori mengenai keadilan yang dikemukakan oleh Aristoteles adalah:
a. Keadilan
legal. Ini menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Semua pihak dijamin untuk mendapat perlakuan yang
sama sesuai dengan hukum yang berlaku. Secara khusus dalam bidang bisnis,
keadilan legal menuntut agar Negara
bersikap netral dalam memperlakukan semua pelaku ekonomi, negara menjamin
kegiatan bisnis yang sehat dan baik dengan mengeluarkan aturan dan hukum bisnis
yang berlaku secara sama bagi semua pelaku bisnis.
b. Keadilan
komunitatif. Keadilan ini mengatur hubungan yang adil antara orang yang satu
dan yang lain. Keadilan ini menyangkut hubungan vertikal antara negara dan
warga negara, dan hubungan horizontal antar warga negara. Dalam bisnis keadilan
ini berlaku sebagai kejadian tukar, yaitu menyangkut pertukaran yang fair
antara pihak-pihak yang terlibat.
c. Keadilan
distributif. Atau disebut juga keadilan ekonomi, yaitu distribusi ekonomi yang
merata atau dianggap adil bagi semua warga negara. Dalam dunia bisnis keadilan
ini berkaitan dengan prinsip perlakuan
yang sama sesuai dengan aturan dan ketentuan
dalam perusahaan yang juga adil dan baik.
B. Prinsip Hormat terhadap Diri Sendiri
Prinsip
ini menekankan bahwa setiap manusia harus memperlakukan dirinya dengan hormat,
melakukan sesuatu yang bernilai pada dirinya. Kita wajib untuk menghormati
martabat kita sendiri. Pertama, kita tidak boleh membiarkan diri kita dipaksa
untuk melakukan sesuatu. Yang kedua, kita jangan membiarkan diri kita
terlantar.
Hubungan atara prinsip sikap baik, keadilan,
dan hormat terhadap diri sendiri adalah bahwa prinsip keadilan dan hormat
terhadap diri sendiri merupakan syarat dari prinsip kebaikan, dan prinsip sikap
baik merupakan dasar dari prinsip keadilan, bahwa seseorang berbuat baik maka
ia menjunjung tinggi keadlian.
c. Hak
dan kewajiban Bisnis
Dalam
menjalankan etika bisnis, setiap karyawan maupun direksi harus mengetahui pasti
hak dan kewajiban mereka, hak dan kewajiban mereka tergantung oleh keahlian dan
tugasnya masing-masing,
pengertian
Hak adalah kekuasaan seseorang untuk melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu
yang telah itentukan oleh undang-undang. MIsalnya, hak mendapat pendidikan
dasar, hak mendapt rasa aman. Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan
atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi
yang melanggarnya. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang.
D.
Teori Etika Lingkungan
1. Teori
Antroposentrisme
Antroposentrisme adalah teori etika
lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta.
Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan
ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam, baik
secara langsung atau tidak langung.
2. Teori
Ekosentrisme
Ekosentrisme
Berkaitan dengan etika lingkungan yang lebih luas. Berbeda dengan biosentrisme
yang hanya memusatkan pada etika pada biosentrisme, pada kehidupan seluruhnya,
ekosentrisme justru memusatkan etika pada seluruh komunitas ekologis, baik yang
hidup maupun tidak. Karena secara ekologis, makhluk hidup dan benda-benda
abiotis lainnya saling terkait satu sama lain. Oleh karenanya, kewajiban dan
tanggung jawab moral tidak hanya dibatasi pada makhluk hidup. Kewajiban dan
tanggung jawab moral yang sama juga berlaku terhadap semua realitas ekologis.
3. Teori
Egosentris
Etika
yang mendasarkan diri pada berbagai kepentingan individu (self). Egosentris
didasarkan pada keharusan individu untuk memfokuskan diri dengan tindakan apa
yang dirasa baik untuk dirinya. Egosentris mengklaim bahwa yang baik bagi
individu adalah baik untuk masyarakat.Dengan demikian, etika egosentris
mendasarkan diri pada tindakan manusia sebagai pelaku rasional untuk memperlakukan
alam menurut insting “netral”.
4. Teori
Biosentrisme
Teori
Biosentrisme mengagungkan nilai kehidupan yang ada pada ciptaan, sehingga
komunitas moral tidak lagi dapat dibatasi hanya pada ruang lingkup manusia.
Mencakup alam sebagai ciptaan sebagai satu kesatuan komunitas hidup (biotic
community), Biosentrisme memiliki tiga varian, yakni, the life centered theory
(hidup sebagai pusat), yang dikemukakan oleh Albert Schweizer dan Paul Taylor,
land ethic (etika bumi), dikemukakan oleh Aldo Leopold, dan equal treatment
(perlakuan setara), dikemukakan oleh Peter Singer dan James Rachel.
5. Etika
Homosentris
Etika
homosentris mendasarkan diri pada kepentingan sebagian masyarakat. Etika ini
mendasarkan diri pada berbagai model kepentingan sosial dan pendekatan antara
pelaku lingkungan yang melindungi sebagian besar masyarakat manusia.
Etika homosentris sama dengan etika
utilitarianisme, jadi, jika etika egosentris mendasarkan penilaian baik dan
buruk suatu tindakan itu pada tujuan dan akibat tindakan itu bagi individu,
maka etika utilitarianisme ini menilai baik buruknya suatu tindakan itu
berdasarkan pada tujuan dan akibat dari tindakan itu bagi sebanyak mungkin
orang.
6. Etika
Ekosentris
Etika ekosentris
mendasarkan diri pada kosmos. Menurut etika ekosentris ini, lingkungan secara
keseluruhan dinilai pada dirinya sendiri. Etika ini menurut aliran etis ekologi tingkat tinggi yakni deep
ecology, adalah yang paling mungkin sebagai alternatif untuk memecahkan dilema
etis ekologis. Menurut ekosentrisme, hal yang paling penting adalah tetap
bertahannya semua yang hidup dan yang tidak hidup sebagai komponen ekosistem
yang sehat, seperti halnya manusia, semua benda kosmis memiliki tanggung jawab
moralnya sendiri.
7. TEOSENTRISME
Teosentrisme merupakan teori etika lingkungan yang lebih
memperhatikan lingkungan secara keseluruhan, yaitu hubungan antara manusia
dengan lingkungan. Pada teosentrism, konsep etika dibatasi oleh agama
(teosentrism) dalam mengatur hubungan manusia dengan lingkungan.
8. Etika
Antroposentris
Antroposentris yang menekankan segi
estetika dari alam dan etika antroposentris yang mengutamakan kepentingan
generasi penerus. Etika ekologi dangkal yang berkaitan dengan kepentingan
estetika didukung oleh dua tokohnya yaitu Eugene Hargrove dan Mark Sagoff.
Menurut mereka etika lingkungan harus dicari pada aneka kepentingan manusia,
secara khusus kepentingan estetika. Sedangkan etika antroposentris
yang mementingkan kesejahteraan generasi penerus mendasarkan pada perlindungan
atau konservasi alam yang ditujukan untuk generasi penerus manusia.
Etika
yang antroposentris ini memahami bahwa alam merupakan sumber hidup manusia.
Etika ini menekankan hal-hal berikut ini :
a.
Manusia terpisah dari alam,
b.
Mengutamakan hak-hak manusia atas alam
tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
c.
Mengutamakan perasaan manusia sebagai
pusat keprihatinannya
d.
Kebijakan dan manajemen sunber daya alam
untuk kepentingan manusia
e.
Norma utama adalah untung rugi.
f.
Mengutamakan rencana jangka pendek.
g.
Pemecahan krisis ekologis melalui
pengaturan jumlah penduduk khususnya dinegara miskin
h.
Menerima secara positif pertumbuhan
ekonomi
E.
Prinsip Etika di Lingkungan Hidup
Sebagai
pegangan dan tuntunan bagi prilaku kita dalam berhadapan dengan alam , terdapat
beberapa prinsip etika lingkungan yaitu :
1. Sikap
Hormat terhadap Alam : Hormat terhadap alam merupakan suatu prinsip dasar
bagi manusia sebagai bagian dari
alam semesta seluruhnya
2. Prinsip
Tanggung Jawab : Tanggung jawab ini bukan saja bersifat individu melainkan
juga kolektif yang menuntut
manusia untuk mengambil prakarsa, usaha, kebijakan dan tindakan bersama secara nyata untuk menjaga alam
semesta dengan isinya.
3. Prinsip
Solidaritas : Yaitu prinsip yang membangkitkan rasa solider, perasaan
sepenanggungan dengan alam dan dengan makluk hidup lainnya sehigga
mendorong manusia untuk
menyelamatkan lingkungan.
4. Prinsip
Kasih Sayang dan Kepedulian : Prinsip satu arah , menuju yang lain tanpa mengaharapkan balasan, tidak
didasarkan kepada kepentingan pribadi tapi semata-mata untuk alam.
5. Prinsip
“No Harm” : Yaitu Tidak Merugikan atau merusak, karena manusia mempunyai kewajiban moral dan tanggung
jawab terhadap alam, paling tidak manusia tidak akan mau merugikan alam secara tidak perlu
6. Prinsip
Hidup Sederhana dan Selaras dengan Alam : Ini berarti , pola konsumsi dan produksi manusia modern harus dibatasi.
Prinsip ini muncul didasari karena selama ini alam hanya sebagai obyek eksploitasi
dan pemuas kepentingan hidup manusia.
7. Prinsip
Keadilan : Prinsip ini berbicara terhadap akses yang sama bagi semua
kelompok dan anggota
masyarakat dalam ikut menentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian alam, dan dalam ikut
menikmati manfaat sumber daya alam secara lestari.
8. Prinsip
Demokrasi : Prinsip ini didsari terhadap berbagai jenis perbeaan
keanekaragaman sehingga prinsip
ini terutama berkaitan dengan pengambilan kebijakan didalam menentukan baik-buruknya, tusak-tidaknya, suatu sumber
daya alam.
9. Prinsip
Integritas Moral : Prinsip ini menuntut pejabat publik agar mempunyai sikap
dan prilaku moral yang
terhormat serta memegang teguh untuk mengamankan kepentingan publik yang terkait dengan sumber daya
alam.
BAB
III
KESIMPULAN
Etika
Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku
karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat,
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni
bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan
mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku,
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk
manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan
sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang
profesional.
Beberapa poin yang bisa
kita jadikan pelajaran:
1.
Dalam berbisnis kita juga harus
mempunyai etika. Jika etika kita kurang baik maka orang lain akan menilai anda
secara negative.
2.
Jika dalam hal sehari – hari kita sudah
terbiasa menerapkan etika yang baik maka akan terbiasa atau terbawa hingga kita
bekerja.
3.
Etika bisnis merupakan etika profesi
yang mempunyai banyak kaitan dengan kegiatan bisnis.
DAFTAR
PUSTAKA
Kuswahyudi,
2008, Etika Kita Untuk Lingkungan Hidup, Surabaya
Dr. H. Untung
Budi, S.H., M.M tahun 2012 “ HUKUM DAN ETIKA BISNIS”, CV Andi Offset,
Yogyakarta
Ernawan, Erni.
2011. Business Ethics. Penerbit: Alfabeta. Bandung

Komentar
Posting Komentar