ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
1.
Pengertian
Laporan Keuangan dibuat untuk mengetahui gambaran tentang posisi
suatu keuangan pada perusahaan serta hasil-hasil yang diperoleh oleh
perusahaan. Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil proses akuntansi yang
dapat digunakan sebagai alat komunikasi datakeuangan antara pengelola
perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data-data tersebut.
Jadi analisis laporan keuangan merupakan proses untuk membedah
laporan keuangan, menelaah masing-masing unsur dan menelaah hubungan di antara
unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang
baik dan tepat atas laporan keuangan.
Menurut
para ahli, pengertian analisis laporan keuangan sebagai berikut :
Ø Menurut Bernstein ( 1983 ; 3 ), analisis laporan keuangan mencakup
penerapan metode dan teknik analitis atas laporan keuangan dan data lainnya
untuk melihat dari laporan itu ukuran – ukuran
dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan
keputusan.
Analisis
laporan keuangan memiliki sifat – sifat sebagai berikut :
1. Fokus laporan adalah Laporan Laba Rugi, Neraca, Arus Kas, yang
merupakan akumulasi transaksi dari kejadian histories dan penyebab terjadinya
dalam suatu perusahaan
2. Prediksi, analisis mengkaji implikasi kejadian yang telah berlalu
terhadap dampak dan prospek perkembangan keuangan perusahaan dimasa yang akan
datang.
3. Dasar analisis adalah laporan keuangan yang memiliki sifat dan
prinsip tersendiri sehingga analisis sangat tergantung pada kualitas laporan
ini. Penguasaan pada sifat akuntansi, prinsip akuntansi sangat diperlukan dalam
menganalisis laporan keuangan.
2.
Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Tujuan
analisis laporan keuangan secara lengkap adalah sebagai berikut :
1. Memberikan informasi yang
lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan
biasa.
2. Menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata ( explicit
) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan (
implicit ).
3. Mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4. Membongkar hal – hal yang bersifat tidak konsisten dalam
hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern
laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar
perusahaan.
5. Mengetahui sifat – sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan
model – model dan teori – teori yang terdapat di lapangan seperti untuk
prediksi, peningkatan.
6. Memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan.
3. Objek Analisis Laporan Keuangan
1. Analisis
Laba Rugi
Merupakan media untuk mengetahui keberhasilan operasional
perusahaan, keadaan usaha, kemampuan memperoleh laba, efektivitas operasi.
Adapun yang menjadi focus analisisnya adalah :
-
Tren penjualan
-
Harga pokok produksi
-
Biaya over head
-
Margin yang diperoleh.
2. Analisis
Neraca.
Analisis neraca merupakan refleksi hasil yang diperoleh perusahaan
selama periode tertentu dan modal yang digunakan untuk melaksanakan dan
mencapainya. Adapun yang menjadi focus adalah:
-
Mutu dan kecukupan aktiva, hutang dan modal
-
Sifat dan jangka waktu
siklus usaha perusahaan
-
Analisis struktur utang
-
Analisis Arus Kas
4.
Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
-
Laporan keuangan bersifat
historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah berlalu.
-
Laporan keuangan
menggambarkan nilai harga pokok atau pertukaran pada saat terjadinya transaksi.
-
Laporan keuangan bersifat
umum, dan tidak dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
-
Proses penyusunan laporan
keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan dalam
memilih alternatif.
-
Laporan keuangan tidak
mencakup informasi yang tidak material, batasan terhadap istilah dan jumlahnya
agak kabur.
-
Laporan keuangan bersifat
konservatif dalam menghadapi ketidakpastian.
-
Laporan keuangan disusun
dengan istilah – istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami
bahasa teknis akuntansi.
-
Akuntansi didominasi dengan
informasi kuantitatif.
-
Perubahan daya beli uang
tidak tergambar dalam laporan keuangan.
5.
Kelemahan Analisis Laporan Keuangan.
-
Objek Analisis laporan
keuangan hanya didasarkan kepada laporan keuangan.
-
Objek analisis adalah data
historis yang menggambarkan masa lalu dan kondisi ini bisa berbeda dengan
dengan kondisi masa depan.
-
Adanya perbedaan prinsip jika
membandingkan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain.
6.
Jenis – jenis Analisa Laporan Keuangan
Ada beberapa
jenis analisa yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Analisa Internal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang
bisa mendapatkan informasi yang lengkap dan terperinci mengenai suatu
perusahaan. Analisa demikian terutama dilakukan oleh manajemen dalam mengukur
efisiensi usaha dan menjelaskan perubahan yang terjadi dalam kondisi keuangan.
Bagi seorang penganalisa intern, selain laporan-laporan keuangan yang diumumkan
pada publik, juga tersedia laporan-laporan intern yang biasa tidak diumumkan
dan hanya dipakai untuk maksud-maksud intern.
2. Analisa Eksternal adalah analisa yang dilakukan oleh mereka yang
tidak bisa mendapatkan data yang terperinci mengenai suatu perusahaan. Analisa
demikian dilakukan oleh bank-bank, para kreditur, pemegang saham, calon pemegang
saham dan lain-lain seperti dalam hal mengukur tingkat likuiditas dan
profitabilitas. Bagi seorang penganalisa ekstern hanya tersedia laporan-laporan
keuangan yang lazimnya diumumkan pada publik yaitu neraca dan laporan
laba-rugi. Karena terbatasnya data yang bisa didapatkan oleh penganalisa
ekstern maka analisa tersebut tentu tidak bisa sedemikian mendalam seperti yang
dilakukan oleh seorang penganalisa intern.
3. Analisa Horisontal adalah analisa perkembangan data keuangan dan
data operasi perusahaan dari tahun ke tahun guna mengetahui kekuatan aatu
kelemahan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Analisis ini terdiri dari
Comparative Statements dan Index Number Series.
4. Analisa Vertikal adalah analisa laporan keuangan yang terbatas
hanya pada satu periode akuntansi saja. Analisis ini terdiri dari Common Size
Financial Statement dan Ratio Analysis.
7.
Analisis Rasio
membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan untuk mengetahui posisi keuangan suatu
perusahaan serta menilai kinerja manajemen dalam suatu periode tertentu.
James C Van Horne dikutip dari kasmir (2008:104) : definisi rasio keuangan merupakan indeks yang
menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka
dengan angka lainnya.
Teknik
analisis laporan keuangan, yaitu:
1. Analisa perbandingan
2. Common size
3. Analisis indeks dan trend
4. Analisis rasio
RUMUS :
1. Current Ratio
Curren ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar
dan utang lancar , Current ratio disebut juga working capital ratio :
Contoh : PT ABC
Carrent ratio = Aktiva lancer / utang lancer =1388:421
= 3.30
Current
ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utangnya yang harus segera
dipenuhi dan current ratio merupakan ukuran yang paling umum kesangggupan
perusahaan untuk membayar jangka pendek.
2. Cash Ratio (Ratio of immediate solvency)
Aktiva perusahaan yang paling likuid adalah kas
dan suratberharga hal yang menyebabkan laporan keuangan perlu dilihat cash
ratio.
Kas + surat berharga
Cash Ratio = Utang lancer
Cash
ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendek dengan
kas yang ada dan surat berharga yang segera dapat diuangkan.
3. Quitck Ratio (Acid test ratio)
Yang dapat digunakan untuk mendapatkan kepastian yang
lebih besar daripada current ratio dlm mengukur perusahaan adalah quick ratio,
dlm quick ratio hanya menggunakan beberapa elemen aktiva lancar yaitu kas,
piutang dan suratberharga :
Aktiva
lancar-sediaan
Quick ratio= Utang lancar
4. Net Working Capital To Total Asset Ratio
Aktiva lancar adalah aktiva yang oleh perusahaan diharafkan
dapat berubah menjadi kas dlm jangka pendek, utang lancar adalah
semua kewajiban perusahaan yang jangka pendek harus dipenuhi. perbedaan antara
utang lancar disebut Net working capital to asset ratio dan ini digunakan untuk
menentukan kebijakan investasi dan dana yang diperoleh.
Net working capital to total asset rati = Aktiva
lancer-utang lancar
Aktiva
tetap
Persh PT
“ABC” 1996 =1.388-421
1.873
= 0,52
5. Interval Measure (Defensive interval ratio)
Interval measure menghubungkan antara defensive asset
dengan taksiran rata-rata pengeluaran kas untuk operasi dalam setiap harinya.
Interval measure memberikan informasi kepada para kreditur untuk mengetahui
kemampuan perusahaan untuk menutup biaya minimum rutin yang dibutuhkan dalam
kegiatan operasi yang paling utama.
Interval measure = Kas+Surat berharga+Piutang
Taksiran
rata-rata pengeluaran
Komentar
Posting Komentar