PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
1.
Prinsip-Prinsip Akuntansi
v Pengertian
Prinsip akuntansi merupakan dasar atau acuan
dalam melaksanakan proses akuntansi. Pemakaian prinsip ini memunculkan
penilaian secara objektif terhadap produk akuntansi sehingga tidak menyebabkan
terjadinya perbedaan atau permasalahan.
v Tujuan laporan keuangan dan karakteristik
kualitatif informasi
·
Tujuan laporan keuangan
·
Karakteristik kualitatif informasi
·
Relavan
·
Andal
·
Dapat dibandingkan
·
Dapat dipahami.
v Elemen Laporan keuangan
Tiga elemen pertama adalah harta,
kewajiban dan ekuitas yang masuk dalam laporan keuangan neraca, kemudian
investasi, distribusi dan laba komperhensif masuk dalam laporan perubahan
modal, sementara 4 elemen terakhir yakni pendapatan, beban, keuntungan dan
kerugian masuk dalam laporan laba rugi. Dan dari 10 elemen tersebut, 3 elemen
pertama diatas merupakan yang paling mendasar. Dari sinilah logika akuntansi
dapat dipahami, tanpa mengerti 3 unsur dasar tersebut, maka alokasi atau
penempatan angka untuk informasi akuntansi dalam skema pelaporan akan menjadi
sulit.
v Unit Moneter
Prinsip satuan moneter adalah
pencatatan transaksi keuangan harus dinyatakan dalam bentuk mata uang
tanpa melibatkan faktor-faktor non kuantitatif. Contoh faktor non
kuantitatif ini seperti prestasi, mutu, kinerja, strategi usaha, dan
sebagainya. Faktor-faktor ini tidak termasuk dalam satuan moneter karena tidak
bisa dinilai maupun dilaporkan dalam bentuk uang.Jadi prinsip moneter
menekankan pada pencatatan yang terbatas pada segala sesuatu yang bisa
diukur dan dinilai dengan satuan uang.
v
Entitas Ekonomis
Prinsip entitas ekonomi disebut juga dengan prinsip
kesatuan entitas. Prinsip ini mengakui konsep kesatuan usaha sebuah perusahaan.
Maksudny, bahwa suatu perusahaan adalah sebuah kesatuan usaha atau ekonomi yang
berdiri sendiri dan terpisah dengan pribadi pemilik ataupun entitas
ekonomi lainnya.
v Periode
waktu
Prinsip periode akuntansi
disebut juga prinsip kurun waktu. Arti prinsip ini adalah penilaian dan
pelaporan keuangan entitas usaha dibatasi oleh periode waktu tertentu.
Prinsip ini bertujuan untuk menghasilkan informasi keuangan yang terukur.
v Pengungkapan penuh
Prinsip pengungkapan penuh adalah
prinsip akuntansi yang menyajikan informasi keuangan secara lengkap dan
informatif. Karena mengingat banyaknya pengguna informasi akuntansi.
Maka pada
laporan keuangan diberi keterangan atau informasi tambahan yang diperlukan
yang tidak terdapat dalam laporan keuangan. Informasi tambahan tersebut berupa
catatan kaki atau lampiran yang berisi :
Ø Metode akuntansi
yang digunakan
Ø Perubahan-perubahan
yang terjadi dalam penerapan metode akuntansi, koreksi, taksiran, dan
lain-lain. Catatan tentang perubahan ini sekaligus menunjukkan bagaimana
perlakuan perusahaanterhadap perubahan yang terjadi tersebut
Ø Kontrak
pembelian atau kontrak penting lain.
Ø Kemungkinan
adanya laba atau rugi yang bersyarat.
Ø Catatan
tentang modal, misal jumlah saham dan lainnya.
Ø Catatan
tambahan untuk menunjukkan perhitungan yang lebih detail
tentang akun tertentu yang dianggap penting dan material.
v Pengakuan pendapatan
Pendapatan adalah penambahan kekayaan yang terjadi sebagai akibat
dari kegiatan usaha seperti penjualan, persewaan, penerimaan bagi
hasil, dan sebagainya. Dasar yang digunakan untuk mengukur pendapatan
adalah jumlah kas atau setara kas yang diperoleh atas transaksi keuangan
tersebut.
v
Biaya
Prinsip biaya historis
mengharuskan penilaian atau pencatatan transaksi keuangan atas suatu
barang atau jasa berdasarkan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh
barang atau jasa tersebut.
2. Prinsip-prinsip
Dasar akuntansi
Ø Prinsip
pengakuan pendapatan (Revenue Recognition principle)
·
Metode persentase penyelesaian
·
Metode Angsuran
Ø Prinsip
Penandingan ( Pengakuan Beban )
Ø Prinsip
Pengungkapan penuh (Full Disclosure principle)
Ø Prinsip
biaya.
Komentar
Posting Komentar